Morfologi tanaman Adenium atau Kamboja Jepang adalah: Perdu; batang tegak, bulat, bergetah, hijau keputihan; percabangan dikotomi. Daun tunggal tidak sempurna, bertangkai, menyebar, tangkai daun bulat, menebal pada pangkalnya, panjang daun 3-8 cm, licin; helaian daun bulat telur terbalik, 0,3-0,6 cm x 1-3,5 cm, pangkal runcing, tepi rata, ujung meruncing, pertulangan menyirip, permukaan atas licin, hijau tua, permukaan bawah licin, hijau muda, tebal seperti kertas. Perbungaan semosa, tandan; Bunga sempurna, bertangkai, aktinomorf, hermafrodit, merahmuda; Kelopak 5 sepal, berlekatan, berkarang, merah muda; Mahkota 5 petal, berlekatan, merah muda. Benang sari bertukal 5, tangkai sari sangat pendek. Polen tetrazonocorporate, permukaan bercelah 4. Putik 1, tangkai putik 1.
MACAM-MACAM ADENIUM
A. ADENIUM OBESUM
Adeniuum obesum merupakan jenis adenium spesies alam yang paling disukai para hobiis tanaman hias pada umumnya, hal ini di karenakan adenium ini memiliki daya adaptasi yang sangat luar biasa, karena itu , pemeliharaan adenium ini di kategorikan relative mudah, biasanya tanaman asli padang pasir ini berbentuk perdu setinggi 3-4 m. batangnya sekulen,berkayu dan besar karena mengandung air untuk cadangan makanannya.
Adenium ini juga memiliki cabang yang bervariasi. Obesum yang tumbuh di afrika selatan umumnya bercabang banyak dan bersosok gemuk, terutaMA yang berasal dari pantai timur Kenya. Namun obesum di Indonesia umumnya jauh lebih kerdil dengan tinggi hanya 1-3 meter. Obesum lebih mengutamakan atau lebih menonjolkan bonggolnya yang besar dengan bentuk yang unik , sehingga terlihat sangat eksotik jika sebagian akarnya di tampilkan di atas permukaan tanah.
Warna daun obesum juga sangat beragam, dari hijau tua hingga hijau ke abu-abuan. Uniknya , tanaman ini akan menggugurkan daunnya jika kondisi lahan tidak menunjang, obesum memiliki bunga dengan corong panjang dan petal berbentuk bintang dengan diameter 5-12cm. warna bunga sangat bervariasi dengan warna merah muda hingga merah tua dengan semburat putih di bagian petalnya. Obesum banyak sekali di pelihara di Indonesia,dan hingga kini para ahli dari amerika ,Thailand, dan Taiwan tengah di kembangkan kultivar yang terbaru dengan variasi bunga yang lebih menarik di bandingkan dengan sebelumnya.
Habitat asli A. multiflorum yaitu di afrika selatam, tepatnya di daerah sekitar mozambik. Pada dasarnya, spesies ini tidak jauh berbeda dengan obesum, batangnya kokoh dan tumbuh tegak lurus. Daun berwarna hijau tua dengan tulang daun berwarna putih. Bunganya berbentuk bintang dan berwarna putih, dengan garis tepi merah sampai merah tua berdiameter 6-7 cm. jenis ini pertumbuhannya lambat di banding dengan obesum. Jika di tanam dari biji,tanaman ini baru akan berbunga setelah 4-5 tahun setelah di semai.
Adenium arabicum memiliki penampilan yang sangat indahdan kekar, menjadikan arabicum banyak di idolakan para hobiis tanaman hias. Batangnya gemuk dan besar dengan diameter bonggol mencapai 1 meter tinggi tanaman bisa mencapai 4-5 meter. Bercabang banyak dengan bentuk cendrung menyemak.Buah dan biji arabicum umumnya lebih besar dari pada buah dan biji obesum, dengan bentuk bunga yang hamper mirip dengan obesum, tapi bunga arabicum lebih berwarna merah muda dan polos. Arabicum di sukai karna percabangannya banyak sekali sehingga bunganya bisa tumbuh lebat dan kompak.
Swazicum merupakan tanaman semak setinggi dua meter . batang lentur dan tidak berbonggol, daun sempit berbulu, berwana hijau hingga ke abu-abuan. Memiliki lapisan lilin di peramukaan daun yang berguna untuk mencegah penguapan.Jenis ini berbunga sepanjang tahun dengan syarat air dan nutrisi terpenuhi, bentuk bunga bulat, seperti bunga tapak dara, dengan diameter 5-10 cm. warna bervariasi, dari merah polos hingga merah ke unguan, akan tetapi ada juga bunganya yang berwana putih polos dengan warna petal putih atau bisa lebih gelap lagi.Swazicum adalah spesies baru yang belum lama ini di perkenalkan di Indonesia.
Spesies ini jarang di pelihara orang, padahal jenis ini percabanganya banyak dan mampu membuat bonggol dengan ukuran yang cukup besar. Daun berbentuk sempit dan memanjang , daun berwarna abu-abu kebiruan. Bunga berukuran kira-kira 3 cm. biasanya berwarna pink. Dengan petal kekuningan. Tanaman ini tergolong kecil dan pertumbuhannya lambat.jika di tanam melalui biji. Saat mencapai umur 5 tahun tingginya baru mencapai 30-50 cm saja.
Adenium jenis ini tumbuh relative cepat, dengan sosok kekar dan tahan terhadap kondisi lingkungan, jenis ini sangat mudah untuk beradaptasi. Bentuk daun sempit dan meruncing dengan paduan hijau tua dan putih. Bunga berukura kecil, berdiameter 5 cm, berbentuk bintang warna petal putih atau pink, curung berwarna kuning atau putih dengan dengan garis garis merah.
Adenium yang berasal dari Somalia ini pertumbuhannya lambat dan bersosok kerdil, namun adenium ini memiliki potensi besar sebagai bahan persilangan untuk menghadirkan nuansa baru pada warna bunga adenium. Adenium ini memiliki percabangan yang cendrung lemah dan merunduk. Bonggolnya besar di dalam tanah. Daunnya berwarna hijau tua, sempit runcing, dan bergelombang, tulang daun berwarna putih,, bunga berukuran 2-5 cm dengan warna dasar pink. Salem dan putih atau merah darah dengan hiasan berupa semburat merah atau pink, penampilan bunga ini akan menARIK jika bunganya tumbuh serempak.
Tinggi adenium ini dapat mencapai tiga meter , daunnya lebar berbulu, dan besar. Bunga berukuran 5 cm . dengan warna merah muda dan ungu, tanaman ini bisa berbunga dengan cepat , hanya sekitar beberapa minggu setelah di tanam dari biji, jenis ini dapat membentuk bonggol yang indah.
Cara Merawat Bunga Adenium
1. Siram Secara Teratur
Kamu tidak boleh asal-asalan ketika menyiram tanaman yang satu ini. Siram tanaman ketika media tanam atau tanah sudah terasa kering. Ketika musim kemarau tiba, kamu bisa menyiram bunga ini 2 kali sehari, setiap pagi dan sore hari. Letakkan tanaman di tempat yang teduh, sehingga media tanam tidak sering terkena air.
2. Perhatikan Suhu Tanaman
Bunga adenium sering disebut juga sebagai bunga padang pasir karena menyukai daerah kering. Oleh karena itu, kamu harus memerhatikan suhu tanaman agar tetap hangat. Jika suhu tanaman terasa dingin maka kamu cukup pindahkan tanaman ke tempat yang lebih hangat dan terkena sinar matahari. Tanaman adenium yang dibiarkan dingin dalam waktu lama akan cepat mati.
3. Pemberian Pupuk
Kamu cukup memberikan pupuk cair setiap minggu pada tanaman ini selama musim hujan. Berikan campuran kalsium, fosfor, dan nitrogen dengan perbandingan 20:20:20. Kandungan tersebut dapat membantu mempercepat pertumbuhan bunga, daun, dan akar. Saat musim kemarau, kamu bisa menggunakan pupuk sawi. Berikan pupuk sawi ketika musim kemarau tiba dan pada pertengahan musim kemarau. Setelah tanaman mencapai umur 3 tahun, kamu bisa menghentikan pemberian pupuk cair.
4. Pergantian Media Tanam
Jangan lupa untuk melakukan penggantian media tanam. Hal ini harus dilakukan seiring pertumbuhan tanaman adenium semakin besar dan berbunga lebat. Tanaman menjadi lebih subur jika kamu melakukan pergantian media tanam saat adenium sudah tumbuh besar.
5. Wadah atau Pot yang Benar
Penggunaan wadah atau pot dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman adenium. Jika kamu menggunakan wadah yang dangkal, maka kamu akan mendapatkan bentuk bonggol yang gemuk dan unik. Pasalnya, akar bunga kamboja jepang tidak menemukan banyak makanan di bagian bawah wadah, sehingga mereka mencari makanan di bagian atas wadah. Penggunaan wadah seperti polybag justru akan membuat akar menjadi kurus dan panjang. Polybag mampu menampung medium tanah yang banyak danmembuat akar terus tumbuh ke dasar polybag. Jika kamu menginginkan bonggol yang bagus, kamu harus menanam ulang tanaman ini ke wadah yang dangkal.
6. Sinar Matahari yang Cukup
Bunga ini membutuhkan sinar matahari yag cukup banyak. Penyinaran yang banyak membuatnya cepat berbunga dan memiliki batang juga daun yang lebih sehat. Simpan tanaman ini di bawah sinar matahari selama 4 jam sehari dan tanaman akan terus berbunga.
7. Sirkulasi Udara
Tanaman ini harus disimpan di lingkungan yang higienis dan punya sirkulasi udara yang baik. Bunga ini tidak menyukai lingkungan lembap karena membuat tingkat imunitas bunga menurun dan rentan akan penyakit juga hama.
>>> Semoga bermanfaat <<<
(Layanan ini adalah layanan periklanan)


0 Comments