Adenium berasal dari daerah gurun pasir yang kering, dari daratan afrika. Sebutannya disana adalah Mawar Padang Pasir. Karena berasal dari daerah kering, tanaman ini lebih menyukai kondisi media yang kering dibanding terlalu basah. Akar adenium yang membesar seperti umbi adalah tempat menyimpan air. Akar yang membesar ini bila dimunculkan diatas tanah akan membentuk kesan unik seperti bonsai. Sedangkan batangnya lunak tidak berkayu, namun dapat membesar.
Tunas-tunas samping dapat tumbuh dari mata tunas pada batang atau bekas daun yang gugur. Mata tunas samping tersebut akan berfungsi (tumbuh) apabila pucuk atas tanaman dipotong. Hal inilah yang dilakukan orang pada saat mempruning atau memangkas, untuk mendapatkan cabang dan daun baru serta agar bunga yang akan muncul nantinya lebih serempak. Adenium tergolong juga kedalam tanaman monokotil atau tanaman dengan biji berkeping tunggal, yang memiliki sifat tidak memiliki kambium. Sifat umum inilah yang akan menentukan tata cara penyambungan atas tanaman adenium.
PERBANYAKAN ADENIUM
Adenium dapat diperbanyak dengan biji (biasa disebut sebagai pembiakan secara kawin), dan perbanyakan secara tidak kawin seperti setek, sambung/grafting, cangkok dan okulasi.
Biji adalah hasil penyerbukan antara bunga jantan dengan bunga betina, yang selanjutnya menghasilkan buah dan biji. Dalam satu buah yang normal (buah adenium biasa disebut sebagai seedpod), akan terdapat antara 50 sampai 100 biji adenium. Setelah matang, biji dapat ditanam untuk menghasilkan tanaman baru. Pembiakan dari biji, akan menghasilkan tanaman dengan umbi dan pangkal batang cepat besar, namun pembiakan ini menghasilkan anakan yang memiliki karakter/sifat yang lain dari induknya, sehingga tidak bisa diharapkan untuk mendapatkan keturunan yang identik.
Pembiakan tanpa kawin (setek, grafting, cangkok dan okulasi), adalah cara pembiakan yang akan menghasilkan tanaman yang sama persis secara genetik dengan induknya. Pembiakan dengan cara tersebut, biasa dilakukan orang untuk memperbanyak suatu varietas secara mudah dan cepat. Setek dan cangkok, adalah perbanyakan untuk secepatnya mendapatkan tanaman dengan tajuk yang lebat, tetapi cara ini tidak cepat menghasilkan caudex atau bonggol yang besar dan indah. Untuk menghasilkan tanaman adenium dengan caudex atau bonggol yang besar dan indah, serta menghasilkan tajuk yang identik dengan induknya, maka ditempuh dua cara perbanyakan, yaitu perbanyakan dari biji untuk menghasilkan tanaman dengan bonggol yang indah, dan selanjutnya dilakukan cara grafting untuk mendapatkan tajuk tanaman yang identik sifat atau karakteristiknya dengan induk yang dikehendaki.
Adenium atau yang biasa disebut dengan julukan kamboja jepang merupakan tanaman hias yang berasal dari daerah yang panas dan kering dengan karakter batang dan akar yang besar menyerupai umbi. Akar yang besar tersebut menjadi tempat menyimpan air dan sari makanan ketika lingkungan mengalami kekeringan. Bonggol akarnya menjadi daya tarik utama dari tanaman adenium dibanding bungannya. Namun bunga adenium yang umumnya berwarna merah muda sedang berbunga serempak akan menambah keindahan dari tanaman ini.
Proses Grafting Adenium
Pada umumnya adenium berbunga tunggal berwarna merah muda, namun ada juga varian-varian adenium yang berbunga tumpuk dengan corak dan warna yang beraneka macam. Adenium bunga tumpuk tersebut sekilas menyerupai bunga mawar. Untuk membuat adenium berbunga tumpuk umumnya dilakukan dengan cara proses grafting. Yaitu dengan cara menyambung bonggol adenium bunga tunggal disambung dengan entres adenium bunga tampuk. Cara yang biasa dilakukan yaitu dengan sistim sambung V dan sistim sambung datar.
Cara grafting adenium sambung datar lebih banyak dipilih karena lebih cepat dan mudah dalam pengerjaannya. Alat-alat yang diperlukan dalam proses grafting diantaranya seperti:
- plastik okulasi / jika kesulitan mendapatkan bisa diganti dengan plastik wrapp (plastik yang biasa digunakan untuk pembungkus makanan agar terjaga dari udara bebas dan kuman)
- spidol putih (untuk memberi kode warna bunga yang disambungkan)
- gunting
- pisau/silet (harus dalam keadaan bersih dan tidak berkarat)
Pertama-tama yang perlu disiapkan yaitu batang bawah bonggol adenium yang hendak kita sambung. Pohon adenium calon batang bawah yang memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi yaitu tanamannya subur ditandai dengan kuncup daun pucuk yang masih rajin tumbuh. Bonggol tanaman tersebut kita potong dengan pisau pada ketinggian sekitar 13 cm dari media tanam. Dan yang perlu diperhatikan yaitu tangan dan juga pisau/silet harus dalam keadaan bersih dan steril untuk meminimalisir terjadinya pembusukan pada bekas luka hasil pemotongan tersebut.
Berikutnya kita potong juga batang dari adenium bunga tumpuk untuk diambil dan ditempelkan pada batang bawah yang juga telah kita potong itu. Ukuran diameter antara entres dan batang bawah tidak harus memiliki ukuran besar yang sama. Batang entres dari adenium bunga tumpuk yang kita ambil itu minimal memiliki dua mata tunas untuk tempat tumbuhnya tunas baru nantinya. Setelah entres dan batang bawah telah kita gabungkan lalu kita tekan pelan-pelan ke bawah plastik wrapp itu dan diikatkan. Sisa hasil pengikatan itu kita potong menggunakan gunting.
Dan yang terakhir kita tinggal memberi tulisan nama bunga adenium tumpuk yang kita sambungkan tersebut. Pemberian nama kode warna yang ditulisakn itu tidak diharuskan. Namun tujuan dari pemberian kode warna tersebut yaitu untuk mengetahui jenis warna bunganya tanpa harus menunggu tanaman berbunga. Jika kita akan menjualnya nanti kita tinggal memberikan katalog jenis warna bunga yang kita tawarkan. Setelah proses penyambungan selesai dikerjakan kita taruh hasil pengerjaan itu pada lokasi yang cukup mendapat suplay sinar matahari dengan intensitas cahaya sekitar 60% dan diusahakan tanaman tersebut tidak terkena air hujan.
Selang waktu sekitar dua minggu tanaman yang menunjukkan keberhasilan bisa dilihat dengan tanda-tanda munculnya tunas pada entres yang disambungkan. Setelah kita ketahui pertanda tersebut kita bisa mulai membuka ikatan dan melepaskan plastik agar proses pertumbuhan cabang baru tidak terhambat. Satu hal lagi yang harus kita amati yaitu terkadang batang bawah yang kita sambung tersebut juga muncul tunas. Tunas tersebut harus kita hilangkan agar proses pertumbuhan cabang fokus pada entres yang telah kita sambungkan.
Hasil penyambungan yang telah dinyatakan berhasil bisa mulai kita panaskan penuh setelah berumur sekitar satu minggu setelah pelepasan plastik sambungan. Pemberian panas matahari penuh akan mempercepat pertumbuhan adenium. Selanjutnya kita bisa memberikan pupuk dan menunggu adenium berbunga dengan cantik sesuai harapan. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa dalam pengerjaan proses sambung/grafting adenium kita hanya memerlukan alat sederhana namun yang paling utama yaitu ketlatenan dan kesabaran.
>>> Semoga Bermanfaat <<<
ini adalah layanan periklanan


0 Comments