Siapa yang tak kenal dengan tanaman satu ini yakni terong, adapun spesiesnya berbagai macam. Sudah ditentukan tanaman ini bisa hidup pada wilayah yang tak jauh dengan air supaya menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas tentu memiliki nutrisi yang cukup.


Dalam berbagai permasalahan yang saya temukan sewaktu masa perawatan dan pembenihan sendiri adalah Penyakit/hama, sehingga meminimalisir dari gangguan hama saya beralih menggunakan media pot.


Di tulisan ini Saya mengutamakan benih dan perawatan, pembenihan saya melakukan 2 cara yakni indukan skunder(bantuan) dan indukan primer diantaranya:


1. Indukan skunder


Dalam langkah ini indukan terong dilakukan bantuan tanaman lain, saya menggunakan tanaman cempokak/seghang(lampung).


Tanaman cempokak sebagai batang bantuan yang sudah menjadi batang kokoh yang siap menumpangi calon indukan terong(stek tempel).


Adapun untuk menghasilkan indukan yang super dan qualitas unggul tentu kami menggunakan perawatan, perangsangan dan nutrisi organik yang telah berhasil kami lakukan dengan penelitian dan memproduksi sendiri.


2. Indukan Primer


Langkah ini menggunakan indukan utama atau tanaman bawaan yakni tanaman terong.

Perawatan indukan primer tak begitu sulit dikarenakan dari tanaman itu sendiri, dari penyemaian benih hingga menghasilkan benih dengan perawatan, perangsangan dan nutrisi organik yang sama dengan indukan skunder.


Dari cara keduanya yang dapat membedakan usia tumbuh, kuantitas buah dan qualitas tanaman dan buahnya.


Cara aplikasi
1. Persiapan
Media tanaman, Punya lahan tak begitu luas, Mempersiapkan media tanam kompos yang telah jadi dari bahan : sekam bakar, pupuk kandang telah di olah, sampah kering telah di olah dan nutrisi tambahan.


Tempat tanam, kami menggunakan pot. Anda juga bisa menggunakan tempat lainnya berupa planterbag atau polybag.


2. Perawatan
Tanaman, merawat tanaman dari penyemaian hingga hasil benih lagi. Kami menggunakan ZPT untuk menghasilkan benih yang unggul, dipastikan tanaman terawat dan buahpun memuaskan.


Media tanam, setelah penggunaan dari tanaman yang lalu bisa diolah kembali dengan memberikan nutrisi tambahan pada media tanam dengan cara pemerataan nutrisi pada media(metode takaran: 72,7 nPO, 10,2 AxO, 15,9 GrO)


Metode diatas yang paham adalah saya sendiri, dan telah di uji coba dari beberapa media tanam lainnya dengan metode yang sama.


3. Penyilangan
Penyilangan di lakukan pada tanaman skunder yang menggunakan tanaman lain untuk membantu penunjangan secara cepat, kuat dan tahan lama(kurun waktu lama).


Sistem: cangkok, stek/okulasi, graft, penyerbukan.


4. Hasil
Dibenihkan : dalam 1 batang menghasilkan benih unggul sekitar 35rb-60rb benih

Dibuahkan : sekitar berat 3kg-4kg perbatang sekali panen (40-50 kali panen) dengan usia tanam 1,3 tahun-an lebih


Untuk informasi lebih lanjut mengenai media tanam dan perangsangan produksi kami bisa hubungi melalui kontak di profil beranda website ayingke ini.


Demikian berkenaan benih dan pembuahan pada tanaman terong, semoga bermanfaat bagi pembaca dan para hobi yang tak memiliki lahan luas.